Program Gentengisasi Dinilai Dongkrak UKM dan Serap Tenaga Kerja di Jatim
0 menit baca
![]() |
| Bendahara DPD Gerindra Jawa Timur, Ferdians Reza Alvisa S.T. |
Surabaya – Program nasional Gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto dinilai berpotensi memberikan efek domino bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM), khususnya industri genteng tanah liat di Jawa Timur.
Bendahara DPD Gerindra Jawa Timur, Ferdians Reza Alvisa ST, mengatakan kebutuhan genteng untuk satu unit rumah subsidi bisa mencapai lebih dari seribu keping. Kondisi ini membuka peluang peningkatan permintaan yang signifikan bagi pengusaha genteng lokal.
“Gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo tidak hanya dimaknai sebagai upaya perbaikan kualitas hunian, tetapi juga membuka peluang besar bagi pertumbuhan UKM. Ini juga bisa menyerap tenaga kerja, terutama di wilayah Jawa Timur,” ujarnya, Kamis (11/2/2026).
Potensi Lonjakan Permintaan Genteng
Ketua Fraksi Gerindra Jatim tersebut menilai sektor industri genteng tanah liat rumahan akan mengalami lonjakan permintaan jika program ini berjalan masif. Terlebih, sebagian besar produsen genteng merupakan pelaku usaha informal dan UKM padat karya.
“Kalau satu rumah subsidi membutuhkan seribu lebih genteng, maka dampaknya terhadap pelaku UKM akan sangat besar. Usaha mereka bisa meningkat drastis,” katanya.
Ia memproyeksikan dampak program ini berpotensi menciptakan ribuan hingga puluhan ribu lapangan kerja baru, terutama di sentra produksi genteng di Jawa Timur.
Dukung Hunian Lebih Sejuk dan Estetik
Ferdians menambahkan, kepastian pasar dari program pemerintah akan mendorong pengrajin meningkatkan kapasitas produksi dan merekrut tenaga kerja tambahan.
Sementara itu, Presiden Prabowo sebelumnya menyampaikan bahwa program penggantian atap seng menjadi genteng bertujuan meningkatkan kualitas hunian masyarakat. Menurutnya, atap metal atau seng dinilai kurang mampu meredam panas, mudah berkarat, dan kurang estetik.
Program Gentengisasi juga dikaitkan dengan upaya menghadapi dampak pemanasan global dan suhu panas ekstrem. Pemerintah menilai kebijakan ini berpihak pada keselamatan warga sekaligus mendukung kelestarian lingkungan.
Dengan potensi peningkatan permintaan genteng dan penyerapan tenaga kerja, program ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kualitas rumah subsidi, tetapi juga menggerakkan ekonomi kerakyatan di daerah. (red)
